Post Top Ad



The Relaxation Time

Berita Utama!

Post Top Ad



Lafadz nadhom (syair) yang menjelaskan tentang kewajiban zakat bagi orang yang berilmu. Ungkapan lengkapnya adalah:

تَبْلِيْغُ عِلْمٍ مِنْ زَكَاةِ الْعِلْمِ :: وَفِيهِ نَفْعٌ لِذَوِي الْفَهْمِ
(Tabliighu 'ilmin min zakatil 'ilmi :: wa fiihi naf'un lidzawil fahmi)

Penjelasan & Arti

  • Arti Harfiah: "Menyampaikan ilmu adalah bagian dari zakatnya ilmu, dan di dalamnya terdapat manfaat bagi orang-orang yang memiliki pemahaman."
  • Makna Penting: Ungkapan ini menekankan bahwa "pajak" atau "zakat" dari ilmu yang kita miliki bukan berupa harta, melainkan dengan cara mengajarkannya atau menyampaikannya kepada orang lain. Jika seseorang memiliki ilmu tetapi tidak menyampaikannya, ia dianggap tidak "menzakati" anugerah akal dan pengetahuan yang diberikan Allah kepadanya. 

تَبْلِيْغُ عِلْمٍ مِنْ زَكَاةِ الْعِلْمِ ۞ كِتْمَانُ عِلْمٍ مُفْسِدٌ فِي الْعَالَمِ 

(Tabliighu 'ilmin min zakatil 'ilmi :: qitmanu ilmi mun sidun fil alami)

 Penjelasan & Terjemahan, Bait ini berisi prinsip penting mengenai tanggung jawab seorang pemilik ilmu (pelajar/guru):

Tabliighu 'ilmin min zakatil 'ilmi:

Artinya: "Menyampaikan ilmu adalah bagian dari zakatnya ilmu."

Penjelasan: Sebagaimana harta memiliki zakat agar bersih dan berkah, ilmu juga memiliki zakat. Zakatnya ilmu bukan dengan uang, melainkan dengan mengajarkannya kepada orang lain. Ilmu yang dizakati (diajarkan) akan semakin kuat melekat di hati dan mendatangkan keberkahan bagi pemiliknya.

Kitmanu 'ilmin mufsidun fil 'alami

Artinya: "Menyembunyikan ilmu adalah perusak di alam semesta (dunia)."

Penjelasan: Lawan dari menyampaikan adalah kitman (menyembunyikan). Jika orang yang tahu kebenaran diam saja sementara kebodohan merajalela, maka tatanan dunia akan rusak. Kejahatan dan kesesatan akan tumbuh subur jika orang berilmu enggan berbagi pengetahuannya.

Pesan untuk Murid Baru:

Ungkapan ini sangat bagus diberikan kepada murid baru agar mereka menanamkan niat sejak awal: "Saya belajar bukan hanya untuk pintar sendiri, tapi untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain."

Apakah Anda ingin saya buatkan rangkuman bait-bait penting lainnya dari kitab ini yang sering dibaca bersamaan dengan bait di atas?

Tanyakan apa saja

Berasal dari Kitab Apa?

Ungkapan ini berasal dari kitab "Majmu' Musytamil 'Ala Arba'i Rasail" (مجموع مشتمل على أربع رسائل) karya Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan.
Dalam kitab tersebut, bait ini diletakkan pada bagian yang membahas tentang Keutamaan Ilmu dan Ulama (Risalah ketiga). Penulis menggunakan perumpamaan zakat untuk menyadarkan para murid bahwa tujuan akhir belajar bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk disebarkan agar bermanfaat bagi umat.
Poin utama bait ini untuk murid baru:
  1. Tujuan Belajar: Belajar bukan untuk sombong, tapi untuk diamalkan dan dibagikan.
  2. Keberkahan Ilmu: Ilmu yang diajarkan tidak akan berkurang, justru akan bertambah dan semakin kuat dalam ingatan, sebagaimana harta yang dizakati akan menjadi bersih dan berkembang. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad