Ungkapan tersebut berasal dari kitab "Majmu' Musytamil 'Ala Arba'i Rasail"
(مجموع مشتمل على أربع رسائل) karya Syeikh Ahmad bin Zaini Dahlan.
Bunyi lengkap dari bait tersebut adalah:
اَلاِسْتِمَاعُ الْآنَ قَدْ يُفَضَّلُ :: عَلَى الْقِرَاءَةِ لِفَهْمٍ أَسْهَلُ(Al-istima'u al-ana qad yufaddhalu :: 'alal qira-ati lifahmin as-halu)
Artinya: "Mendengarkan (ceramah/penjelasan) di zaman sekarang terkadang lebih utama daripada membaca sendiri, karena ia memberikan pemahaman yang lebih mudah."
Ungkapan Penting & Maknanya
Ungkapan ini mengandung pesan mendalam tentang metode belajar di era sekarang yang penuh tantangan:
- Kemudahan Pemahaman: Di tengah kesibukan dan keterbatasan waktu, mendengarkan penjelasan langsung dari guru atau ulama dianggap lebih efektif untuk menyerap ilmu daripada sekadar membaca buku secara mandiri tanpa bimbingan.
- Menghindari Kesalahpahaman: Membaca sendiri tanpa dasar yang kuat sering kali berisiko salah tafsir. Mendengarkan penjelasan ahli membantu seseorang mendapatkan intisari ilmu dengan benar dan cepat.
- Adab dan Keberkahan: Dalam tradisi pesantren dan keilmuan Islam, istima' (mendengarkan) adalah bagian dari adab murid terhadap guru. Proses ini tidak hanya memindahkan informasi, tapi juga mentransfer keberkahan (barakah) melalui bimbingan lisan.
- Relevansi Zaman: Penulis menekankan kata "al-ana" (sekarang), yang mengisyaratkan bahwa bagi orang awam atau pelajar di zaman yang serba cepat ini, metode mendengar bisa menjadi solusi agar tidak tersesat dalam memahami teks yang sulit.
Kitab ini sering dikaji di kalangan pesantren untuk memberikan motivasi bagi santri agar rajin menghadiri majelis ilmu dan mendengarkan penjelasan kyai/guru dengan seksama.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar